Jumat, 18 Mei 2012

RAMADHAN Yang Dinanti


Aku melihat RAMADHAN dari kejauhan, lembut ia berkata, “Aku akan datang, jamu aku dengan baik ya. Siapkan sajian spesial untuk menjamuku. TILAWAH sebagai hidangan pembukaku, SHALAT dan PUASA adalah makanan yang sangat istimewa bagiku maka berikan yang terbaik ya, dan sebagai penutupnya tolong disediakan ZAKAT. Sepeninggalku, jangan lupa sampaikan pesanku untuk orang yang bernama MUKMIN: “ Syawal akan tiba sebentar lagi, Ajaklah SABAR untuk menemani hari-hari dukanya, peluklah ISTIQOMAH saat dia kelelahan dalam perjalanan TAQWA, Bersandarlah pada TAWADHU saat kesombongan menyerang, mintalah nasehat QUR’AN dan SUNAH di setiap masalah yang dihadapi. Terakhir, kuucapkan terima kasih karena telah menyambutku dengan suka cita. Kelak akan ku sambut di SURGA dari pintu “AR-RAYYAN”. Selamat meraih pahala terbaik di detik-detik Terakhir Ramadhan. Mudah-mudahan kita masih di pertemukan dengan Ramadhan Berikutnya.” Insya Allah..



Ya Rabb...Mudahkanlah Urusan Dakwah Ini, Mudahkan Pula Urusan Orang-Orang Yang Memperjuangkan Dakwah Ini

 xxx

Anggota Baruku


Sejatinya, setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Sebagaimana setiap kelahiran maka akan ada kematian. Juga permulaan dan akhiran. Semuanya, telah tercipta secara berpasangan sebagai wujud keseimbangan. Ya wujud keseimbangan..

Reiza Daffa Hanif, sebuah nama untuk seorang anak yang baru saja terlahir di dunia. Lucu.. mungil.. dan sangat menggemaskan. Mujahid baru dan tentu saja akan menjadi anggota baru dalam lingkaran kecilku. Selamat bergabung Reiza..^_^


Selasa, 08 Mei 2012

ANTARA 2 CINTA


Romeo… tak seharusnya meminum racun saat melihat jasad Juliet yang terbaring. Begitu juga dengan Juliet, tak seharusnya dengan cepat mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya saat mengetahui sang pujaan hati telah menegak racun. Hufh… seperti itulah cinta yang tak mempunyai visi dan misi yang jelas.
Sama, ketika Qois memilih untuk mengakhiri hidupnya. Tanpa Layla, seharusnya hidup Qois tetap bisa dilanjutkan. Tapi, itulah masalahnya. Ia tak sanggup, memilih untuk menyerah. Tanpa Layla, hidup tak lagi berarti. Ia memang tak meminum racun seperti yang dilakukan Romeo & Juliet, atau memutus urat nadinya. Tapi ia membiarkan dirinya tenggelam dalam duka yang berkepanjangan, larut… hingga napas terhenti. Huff, sayang nian waktu yang telah diberikan. Tapi itulah jalannya.

Cinta… Apa itu cinta ? Mungkin banyak sekali definisi tentang cinta, tapi yang pasti cinta adalah ungkapan emosi jiwa yang sangat manusiawi. Sulit untuk di deskripsikan tapi bisa dirasakan. Mengutip sedikit tulisan Serial Cinta Ust. Anis Matta: “Pada mulanya adalah fisik. Seterusnya adalah budi. Raga menantikan pandanganmu. Jiwa membangun simpatimu. Badan mengeluarkan gelombang magnetiknya. Jiwa meniupkan kebajikannya. Begitulah cinta tersurat di langit kebenaran. Bahwa karena cinta jiwa harus selalu berujung dengan sentuhan fisik, maka ia berdiri dalam tarikan dua pesona itu: jiwa dan raga”.

Cukup menarik kalimat terakhir yang telah beliau paparkan “Bahwa karena cinta jiwa harus selalu berujung dengan sentuhan fisik, maka ia berdiri dalam tarikan dua pesona jiwa dan raga”. Dua pesona JIWA dan RAGA, mungkin itulah jawaban mengapa kemudian Romeo  Juliet  dengan tanpa berfikir panjang mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya, begitu juga dengan Qois, memilih untuk tenggelam dalam duka yang berkepanjangan. Huff… sebuah pilihan yang mungkin akan kita nilai adalah sebuah kebodohan. Hanya karna tidak adanya penyatuan antara jiwa dan raga.

Lalu, bagaimana CINTA yang dimiliki oleh Ummu Salamah, istri Rasulullah. Ketika seorang Anas bin Malik yang diam-diam mengamati kebiasaan Rasulullah ketika bertemu dengan Ummu Salamah dan Ibunda Aisyah. Sebuah sikap yang berbeda yang diperlihatkan oleh Rasulullah. Betapa tidak, Rasulullah SAW selalu secara langsung dan reflex mencium Aisyah setiap kali menemuinya, termasuk dalam bulan Ramadhan. Tetapi tidak begitu ketika beliau menemui Ummu Salamah. Nah, kebiasaan itulah yang kemudian dipertanyakan oleh Anas bin Malik kepada Ummu Salamah, yang kemudian dijawab: “Rasulullah SAW tidak dapat menahan diri ketika melihat Aisyah”.

Jawaban singkat.. sederhana.. datar.. biasa.. Yah, biasa. Seperti hendak menyatakan sebuah fakta tanpa pretensi. Ya Allah, sungguh luar biasa. Tak tahu, cinta seperti apa yang telah dimiliki Ummu Salamah. Jawaban yang terlontar menegaskan sebuah fakta yang dapat diterima dengan suatu kewajaran tanpa syarat, tanpa penjelasan lebih lanjut. 

Cemburu ? Sudah begitu keadaannya, kenapa tidak ? Hah… ataukah memang Ummu Salamah tak semenarik Aisyah. Wallahu’alam…

Terlalu banyak hal-hal kecil yang menyedot perhatian kita. Sering kali, bahkan kita mengedepankan masalah hati, menyibukan dengan masalah pribadi. Owh… Apakah karna kita tak punya agenda-agenda besar ? Atau mungkin punya tapi tak terfokus ?

Yah… Mungkin kaidah sederhananya adalah: “Buat agenda-agenda besar agar perhatian tidak tercurah pada masalah-masalah kecil”.

xxx sedikit tulisan cinta xxx

Jumat, 04 Mei 2012

Seuntai Catatan Perjuangan


@ Marbella Hotel



SADLY

Belum ada masalah yang terlalu berat hingga tidak ada solusi terhadapnya, juga tidak ada yang terlalu ringan hingga kita dapat meremehkannya. Telah tercipta segalanya berpasangan sebagai wujud keseimbangan, karena dalam setiap kesulitan PASTI ada kemudahan di dalamnya,.
Keep Hamasah...!!!