Kamis, 26 April 2012

Dialog Hati : Sampaikan Pada Pemilik Hati


Setahun…
Dua tahun…
Atau mungkin tiga tahun di awal pernikahan merupakan sebuah masa dimana keromantisan sebuah hubungan amat terasa. Setelahnya, mungkin saja banyak sekali permasalahan-permasalahan yang akan kita hadapi. Sebuah kenyataan yang harus kita hadapi dan tidak mungkin kita hindari. Kenyataan yang sebenarnya akan membawa kita kembali kepada komitmen awal sebuah pernikahan. Karna pernikahan adalah separuh dien, “apabila seseorang melaksanakan pernikahan, berarti ia telah menyempurnakan separuh agamanya, maka hendaklah ia menjaga separuhnya lagi dengan bertaqwa kepada Allah” (HR Baihaqi dari Anas bin Malik).

Ya Allah…
Tak tau apa yang sebenarnya ingin aku bagi ! Hanya saja terkadang hati tak sanggup merasa, mata tak tahan melihat ketika dua insan yang saling mencinta pada awalnya lambat laun seiring berjalannya waktu berubah menjadi kata-kata kasar, cacian atau bahkan sebuah perlakuan kasar terhadap pasangan yang akhirnya merubah hati. Hati !!! Tentu saja Engkau yang membolak-balikan hati. Tapi apa iya, Engkau juga yang mengatur hati yang telah terkotori itu. Ah… kurasa tidak! Pasti ini karena kehendak kita yang mungkin saja tersalah. Ya… pasti begitu, tiada daya dan upaya selain dari-Mu. Astaghfirullah…!

Berbicara tentang pernikahan, banyak sekali referensi dari orang-orang di sekelilingku, sedikit mengamati bagaimana kehidupan mereka. Dulu, sempat terfikir gambaran ideal sebuah pernikahan (*maklum kebanyakan ikut dauroh plus motivasi ^^). Mengharap pasangan yang ideal dengan seluruh kriteria ideal bagi kebanyakan orang; agamanya baik, sekufu, jujur, penyayang, cerdas, bijaksana, sabar, dewasa, mapan dan semacamnya lah. Tanpa kita sadari bahwa itu adalah sumber dari masalah. Tidak ada manusia yang sempurna, ikhwan juga manusia lho.

Jadi teringat kembali cerita teman yang sedang proses. Dialog dua hati yang terjalin, tersirat kegundahan hati yang sedang dirasa. Mengharap ikhwan yang kaffah, tapi tak sesuai harapan. Realitas akan usia yang terbilang  tak lagi muda dengan pilihan yang tak sesuai dengan harapan. Meminta pertimbangan dengan murabiyyah yang aku fikir jawabannya cukup mengambang, yang pada akhirnya meminta waktu seminggu untuk meminta kepada Sang Pemilik Hati. Ya… Esok engkau akan memberikan jawabannya saudariku. Semoga diberikan yang terbaik…

Dialog abstrak tentang pernikahan itu tentu saja cepat atau lambat akan singgah menghampiri hatiku. Jika kemarin hati masih bisa memilih dengan segala pertimbangan. Bagaimana dengan hari esok? Wallahu’alam. Mungkin saja… sampai hati tak mampu lagi untuk memilih.

xxx sampaikan pada pemilik hati xxx

2 komentar:

Anonim mengatakan...

kayak pernah baca ^^'

Sandiani mengatakan...

hehehe... Copas yo ^^. Mba Adee..... ni sombong banget sech.. Ngga pernah ada kabar berita lagi.....